Anjas Asmara, selaku Pengurus Pertama HMI Persiapan UICI Jakarta, menyayangkan tindakan oknum kontraktor yang mengatasnamakan diri sebagai bagian dari kalangan tertentu, termasuk yang mengklaim memiliki kedekatan dengan pihak pemenang Pilkada, namun justru menunjukkan perilaku yang dinilai tidak etis dan tidak profesional.
“Kami menyayangkan adanya oknum kontraktor yang diduga memberikan informasi serta dukungan provokatif kepada oknum mahasiswa dan oknum LSM untuk menyerang atau menjatuhkan kontraktor lain. Praktik seperti ini tidak mencerminkan etika dalam persaingan usaha yang sehat,” ujar Anjas dalam keterangannya.
Menurut Anjas, mahasiswa dan LSM pada dasarnya merupakan elemen kontrol sosial yang independen dan memiliki peran strategis dalam mengawal kepentingan publik. Namun, ketika terdapat oknum mahasiswa dan oknum LSM yang terlibat dalam arus provokasi akibat kepentingan pihak tertentu, hal tersebut berpotensi mencederai nilai-nilai objektivitas dan integritas gerakan sosial.
“HMI menolak segala bentuk penunggangan gerakan mahasiswa dan LSM oleh oknum-oknum yang memiliki kepentingan sempit. Persaingan usaha seharusnya dilakukan secara terbuka, profesional, dan beretika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Anjas juga menegaskan sikap pribadinya sebagai Pengurus Pertama HMI Persiapan UICI terkait fungsi kontrol organisasi. Ia menyampaikan bahwa secara kelembagaan, HMI memiliki ruang untuk melakukan kontrol sosial terhadap dinamika pekerjaan dan aktivitas para kontraktor, termasuk yang berada di wilayah Kolaka Utara.
“Sebagai Pengurus Pertama HMI Persiapan UICI, saya secara kelembagaan memiliki ruang untuk menggunakan lembaga HMI dalam melakukan kontrol terhadap pekerjaan yang ada di Kolaka Utara, khususnya terhadap oknum kontraktor yang dinilai aktif melakukan provokasi,” jelas Anjas.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa dirinya memilih untuk tidak memanfaatkan posisi dan lembaga yang ia duduki secara berlebihan, selama persoalan tersebut masih berada dalam batas yang dapat ditoleransi secara etika dan sosial.
“Saya tidak memanfaatkan lembaga yang saya duduki untuk melakukan pemantauan atau intervensi terhadap hal-hal yang sejatinya masih bisa disikapi secara proporsional dan bijak. Prinsip kami adalah menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol dan etika berorganisasi,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Anjas mengajak seluruh mahasiswa dan LSM agar tetap kritis, selektif, serta menjaga independensi dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, khususnya yang bersumber dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu.
“HMI akan terus menjaga marwah organisasi dan memastikan gerakan mahasiswa tetap berdiri di atas nilai keadilan, objektivitas, dan tanggung jawab moral, tanpa ditunggangi oleh kepentingan oknum mana pun,” tutup Anjas.
Kontributor: Tim Infokolut.com





Social Icons